ANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN METODE ALTMAN DAN GROVER PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN YANG GO PUBLIC TAHUN 2020–2024

Authors

  • denni danuartha School of Economic and Business, Telkom University
  • sita deliyana firmialy School of Economic and Business, Telkom University

DOI:

https://doi.org/10.66364/jebsi.v2i2.17

Keywords:

Prediksi Kebangkrutan , Altman Z-Score, Grover G-Score , Financial Distress, Tekstil and Garmern

Abstract

Sektor tekstil dan garmen di Indonesia tengah mengalami tekanan yang cuku¬p serius akibat kombinasi beberapa faktor, di antaranya dampak berkepanjangan pandemi COVID-19, derasnya arus produk impor, serta melemahnya permintaan di pasar global. Kondisi ini
berdampak pada meningkatnya jumlah emiten yang memperoleh notasi pailit di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2020 hingga 2024. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis sekaligus membandingkan kemampuan prediktif dua model kebangkrutan, yaitu Altman Z-Score dan Grover G-Score, pada 15 emiten manufaktur sub sektor tekstil dan garmen yang tercatat di BEI. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif komparatif dengan pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling, menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan masing-masing perusahaan. Analisis dilakukan melalui perhitungan Z-Score dan G-Score, pengujian normalitas dengan metode Kolmogorov- Smirnov dan Shapiro-Wilk, serta uji beda non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Altman menempatkan 55,56% observasi ke dalam
kategori distress dengan tingkat akurasi 46,7%, sementara model Grover justru mengklasifikasikan 61,11% observasi sebagai kondisi sehat dengan akurasi yang lebih tinggi, yakni 86,7%. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 yang berada di
bawah ambang batas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata secara statistik antara kedua model tersebut. 

Published

2026-06-30